TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lebih dari 500 eksekutif dari perusahaan milik negara, swasta dan asing hadir dalam Mandiri CFO Forum. Hal ini bertujuan berdialog tentang strategi pengelolaan bisnis yang efektif untuk mendukung pertumbuhan usaha di tengah ketidakpastian perekonomian global.
Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menyadari pentingnya efisiensi. Sehingga terus mengupayakan agar efisiensi di perusahaan BUMN selalu dilakukan guna meningkatkan pelayanan publik.
"Semua hal atau semua kesulitan dan semua pemborosan sebetulnya bisa kita atasi, kalau mau. Jadi permasalahannya adalah bukan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau," kata Dahlan, yang hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut, di hotel Ritz Charlton Jakarta, Kamis (14/6/2012).
Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, penerapan pengelolaan keuangan yang lebih baik dapat meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. Baik dari segi biaya maupun kegiatan operasional. Sehingga mampu memacu peningkatan daya saing hasil produksi dan mendorong pertumbuhan profit perusahaan.
“Saat ini setiap korporasi perlu meningkatkan efisiensi agar dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan di tengah ketatnya persaingan di segala lini industri serta ketidakpastian perkonomian global,” kata Zulkifli Zaini.
Lebih lanjut ditegaskan Zulkifli, perbankan memiliki peranan penting agar efisiensi tercipta. Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah memenuhi kebutuhan keuangan korporasi melalui solusi keuangan yang terintegrasi. Sehingga dapat mengurangi biaya dan mendorong pertumbuhan bisnis di masa datang.
“Ke depan, kami berharap dukungan industri perbankan kepada peningkatan manajemen efisiensi dan peningkatan daya saing pengusaha nasional akan semakin kuat agar dapat berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah-tengah ancaman krisis ekonomi global,” katanya.
Sementara itu, ahli manajemen Sven Smit berpendapat, pertumbuhan bisnis dapat selalu dihasilkan di berbagai sektor industri. Pasalnya, pendapatan per kapita secara global diperkirakan akan terus tumbuh, dimana pada 2020 pendapatan per kapita global akan 40 persen lebih tinggi dari tahun 2000.
Direktur Keuangan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) M Riza Pahlevi mengemukakan melalui efisiensi setiap perusahaan menjadi mudah bergerak dalam melakukan ekspansi bisnis.
Riza Pahlevi mencontohkan, pemanfaatan fasilitas cash management Bank Mandiri oleh PGN, telah memberikan dampak yang positif bagi upaya PLN dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi transaksi keuangan.
Melalui fasilitas cash management Bank Mandiri, PGN dapat dengan mudah memantau dan melakukan penarikan hasil pembayaran secara harian. Sementara, mitra kerja PGN pun dapat dengan mudah melakukan transaksi.
”Keberhasilan PGN meningkatkan efisiensi transaksi keuangan, tentunya memberikan kontribusi yang signifikan bagi perseroan dalam mengelola penyediaan gas bagi industri dan masyarakat luas,” pungkasnya.
Jumat, 15 Juni 2012
Dahlan Iskan: Semua Hal Bisa Diatasi, Kalau Mau
Home »
Dahlan Iskan: Semua Hal Bisa Diatasi, Kalau Mau
0 komentar:
Posting Komentar